Mom Shaming dan Kenapa Kita Sebaiknya Tak Menghakimi Pola Asuh Anak Orang

Kita kerap gemas ketika mendengar orang berkomentar, melahirkan secara caesar dianggap belum sepenuhnya jadi ibu, sementara melahirkan normal terkadang sulit dilakukan perempuan dalam permasalahan medis tertentu. Saat susu formula dikorelasikan dengan pilihan buruk, alih-alih memahami tidak semua ibu bisa menyediakan ASI cukup untuk bayinya. Ketika pilihan tidak membedong bayi dianggap sebuah kesalahan, padahal ibu bermaksud … Continue reading Mom Shaming dan Kenapa Kita Sebaiknya Tak Menghakimi Pola Asuh Anak Orang

Mempertanyakan Sistem Pendidikan Kita, Berkaca dari Kemiri Yori & Negeri di Bawah Kabut

Arifin mengayuh sepeda usang, membelah ladang yang tidak sehijau kelihatannya. Kubis-kubis, kentang-kentang hampir busuk karena hujan yang sedihnya, terus turun di luar perkiraan. Sama sedihnya dengan Arifin saat itu. Bocah umur 12 tahun itu lulus dengan nilai tertinggi di SD-nya. Sialnya, ia terancam putus sekolah, kecuali Bapaknya dapat utangan.“Nilai ujianmu tertinggi, tapi sayang kamu tidak … Continue reading Mempertanyakan Sistem Pendidikan Kita, Berkaca dari Kemiri Yori & Negeri di Bawah Kabut

Frog Stay, Kado Hari Jadi, dan Upaya Merawat Ingatan

"Sebentar ya, Bu. Antri panjang. Libur tanggal merah, banyak percetakan yang tutup, ini di Jokteng." Kata Mas Dit meminta waktu lebih lama untuk menyelesaikan agendanya, mencetak sticker debut pertama yang ia desain untuk brand Sokondalem, sekaligus juga meminta saya lebih bersabar menunggunya di rumah. Jokteng menuju rumah kami di jalan Pleret-Bantul memang butuh waktu lebih dari 30 … Continue reading Frog Stay, Kado Hari Jadi, dan Upaya Merawat Ingatan

Bagaimana Nalar Pendidikan Dikerdilkan oleh Perangkap Kemewahan

Gandum dianggap tumbuhan paling berhasil dalam riwayat sejarah bumi, bukan hanya karena mampu menguasai sepuluh kali luas Britania, namun yang paling kurang ajar dari semuanya, mengutip Yuval Noah Harari: gandum, sejak 10.000 tahun silam, mampu 'menjinakkan' satu spesies congkak bernama Homo sapiens; manusia. Revolusi pertanian yang mengubah gaya hidup nenek moyang kita dari berburu-meramu menjadi bercocok tanam,paling tidak telah … Continue reading Bagaimana Nalar Pendidikan Dikerdilkan oleh Perangkap Kemewahan

[Review] Begin Again, Sebuah Drama yang Realistis

"I write songs from time to time.""What do you write them for?""What do you mean, 'what for'? For my pleasure and for my cat.""Oh really? Does he like them?"She. Yes, she seems to.""How do you know?""Because she purrs." Gretta memang mempunyai pandangan tersendiri perkara musik. Termasuk ketika Dan bertanya kenapa ia tak meninggalkan jejak satupun … Continue reading [Review] Begin Again, Sebuah Drama yang Realistis

Catatan Programmer Light of Asia Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017

*Ini adalah tulisan saya dan M Reza Fahriyansyah, catatan kecil tentang film-film pendek Asia yang kami pilih untuk program Light of Asia di JAFF 2017. Film sebagai kolase rekaman realitas manusia, idealnya akan memotret dua hal: realitas sebagai cerminan dan realitas dalam perlawanan. Dua hal ini didedah dalam isu-isu yang sineas ambil untuk menggambarkan Asia saat … Continue reading Catatan Programmer Light of Asia Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017

Membaca Buku, Bersenang-senang, dan Menjadi Tidak Populer

Saya lupa kapan terakhir kali menutup buku bacaan dengan perasaan sekenyang dan sesenang ini. Sama seperti membaca buku Dee Lestari lainnya, Aroma Karsa habis dengan sangat menyenangkan. Buku setebal 700 halaman ini benar-benar membuat saya kenyang, baik oleh hal-hal baru yang dihadirkan dengan sangat lekat atau juga dengan pengalaman membaca bacaan yang begitu mengikat—saya serasa tak mau … Continue reading Membaca Buku, Bersenang-senang, dan Menjadi Tidak Populer

Tak Ada Lagi yang Memukul-mukul Meja, Tak Ada Lagi yang Melempar Gelas

Ada yang pernah bilang begini: bukan cuma bahagia, tidak bahagia pun sederhana, dan keduanya akan masuk di kotak yang sama pada akhirnya, sama saja. Kalimat itu barangkali akan diartikan, menjadi tidak bahagia itu sama mudahnya dengan menjadi bahagia. Boleh jadi, demikian. Namun, di telinga saya lebih kedengaran, menjadi bahagia atau sebaliknya adalah sebuah kewajaran, dua-duanya biasa saja. … Continue reading Tak Ada Lagi yang Memukul-mukul Meja, Tak Ada Lagi yang Melempar Gelas

Merayakan Basa-Basi

Beberapa orang menempatkan 'basa-basi' bersama dengan dusta-dusta, reality show Uya Kuya, dan tahi cicak di atas meja. Sama-sama dihindari, dibenci, dan sialnya selalu hadir—dan pada taraf tertentu: dibutuhkan. Basa-basi adalah kebutuhan manusia--lebaran membelajarkan saya demikian. Mulai dari kalimat paling dusta “Anggap saja rumah sendiri” sampai dengan pertanyaan-yang-sebaiknya-tak-perlu-ditanyakan-hanya-karena-kamu-tidak-cerdas-mengolah-obrolan, semacam “Kapan nikah? Kapan wisuda?~~” yang nyatanya selalu ada dan … Continue reading Merayakan Basa-Basi

Mencari Titisan Suzzanna

Berkaca pada kondisi terakhir, tampak bahwa salah satu yang menarik perhatian di perfilman Indonesia belakangan ini adalah pengemasan ulang film lama—atau biasa disebut dengan remake, reboot, maupun tribute. Bukti paling baru adalah Warkop DKI Reborn, yang sukses menjadi film terlaris di Indonesia—menyisihkan Laskar Pelangi, jawara sebelumnya. Sementara bersamaan dengan itu, ada pula Ini Kisah Tiga … Continue reading Mencari Titisan Suzzanna